image/svg+xml
Aku merindukan hari ini.
Mengapa aku tidak menggunakan media sosial Facebook, Instagram, dan WhatsApp, serta bagaimana cara berkomunikasi dan mendapatkan informasi tanpa media sosial?
Bulan Kebanggaan (Pride Month) 2021
Mengapa?
Sedikit Teman, Sedikit Masalah
Toilet Duduk Tidak Cocok untuk Orang Indonesia
Membuang yang Tidak Dibutuhkan
Waktu Berlalu Begitu Cepat
Cita-cita dan Mimpi
Hari Tanpa Media Sosial (No Social Media Day) 2021

Bajakah

Bajakah adalah batang tumbuhan yang menjalar atau merambat. Sederhananya, batangnya tidak berbentuk pohon. Umumnya menjalar di permukaan tanah atau merambati pohon atau objek di sekitarnya. Jadi, batangnya kacang panjang, labu, mentimun, pare, melon, dll juga bisa disebut sebagai bajakah.

Di hutan hujan tropis di Gunung Mas, Kalimantan Tengah, bajakah dapat dilihat bergelantungan di pohon-pohon. Dango merupakan salah satu spesies dengan bajakah raksasa yang buahnya dapat dimakan. Lamey merupakan salah satu spesies yang bajakahnya mengandung air dalam jumlah banyak.

Kata bajakah berasal dari bahasa Dayak Ngaju. Banyak orang mengartikan bajakah secara keliru dan mengira bajakah adalah nama tumbuhan, sebagiannya menganggap bajakah sebagai akar tumbuhan.

Jenis bajakah yang sempat viral di Internet

Sayangnya, nama jenis bajakah yang menjadi bahan eksperimen dan viral itu dirahasiakan. Beberapa orang menebak jenis bajakah tersebut sebagai bajakah kalalawit.

Kami tidak bisa mengkonfirmasi apakah bajakah yang menjadi bahan eksperimen itu benar bajakah kalalawit. Setahu kami, mereka merahasiakannya karena takut akan terjadi eksploitasi terhadap spesies tersebut. Kami sepenuhnya setuju dengan kekhawatiran tersebut, mengingat banyak orang pasti akan memanfaatkannya untuk tujuan komersial.

Saat ini, banyak orang melakukan transaksi jual-beli bajakah. Ironisnya, banyak pedagang menggunakan istilah bajakah untuk segala jenis kayu-kayuan dan akar-akaran yang dijual di pinggir jalan raya. Lebih ironisnya, bajakah diterjemahkan sebagai “akar” oleh orang-orang yang tidak mengerti bahasa Dayak Ngaju, sehingga segala jenis akar-akaran yang dijual di pinggir jalan raya dianggap bajakah.

Apakah bajakah benar-benar bisa jadi obat kanker?

Belum ada penelitian yang menghasilkan karya ilmiah yang kredibel tentang salah satu spesies bajakah.

Klaim tentang bajakah obat kanker hanya berdasarkan eksperimen pada mencit di laboratorium SMAN 2 Palangka Raya. Hasil eksperimen pada mencit bisa saja berbeda jauh kalau dilakukan pada manusia.

Klaim lainnya hanya berdasarkan tuturan di masyarakat, bukan hasil dari laboratorium kredibel. Sebagaimana diketahui, orang Dayak mampu meramu obat-obatan dari alam.

Sebelum mengkonsumsi bajakah, ketahui terlebih dahulu spesies bajakah tersebut dan simpanlah sampelnya. Jika terjadi sesuatu setelah mengkonsumsinya, maka sampelnya bisa dibawa ke laboratorium untuk diteliti.

Bajakah mungkin bagus untuk antioksidan karena kandungannya, tapi belum teruji sebagai obat kanker. Percayalah, tidak ada obat yang secara ajaib dapat menyembuhkan seseorang dari kanker.